Tuesday, May 22, 2012

Pendidikan, Investasi Pendidikan Hadapi Masa Depan Global


GYEONGJU - Pendidikan menjadi investasi penting dalam menghadapi masa depan dunia yang menjadi masyarakat global. Untuk itu, pendidikan yang dilaksanakan haruslah dapat menyiapkan generasi muda abad ke-21 yang unggul dan mampu bekerjasama untuk mencapai kemakmuran bagi setiap negara dan dunia.  

Presiden Korea Lee Myung-bak dalam sambutan video klipnya pada acara pembukaan APEC Education Ministerial Meeting ke-5 di Gyeongju, Korea Selatan, Selasa (22/5/2012), mengatakan, pendidikan harus diyakini dapat membawa perubahan dan kemajuan suatu bangsa. Hal ini telah dibuktikan Korea yang bisa maju. 

"Dalam 60 tahun, pertumbuhan ekonomi di Korea meningkat karena adanya komitmen untuk melaksanakan penguatan dan pentinya pendidikan. Dulu Korea miskin, namun kini telah maju. Pendidikan menciptakan keajaiban dan perubahan. Karena itu, peningkatan pendidikan, termasuk dengan pemanfaatan teknologi harus dilakukan," kata Lee Myung-bak seperti dilaporkan wartawan Kompas Ester Lince Napitupulu dari Gyeongju.

Dalam pertemuan para menteri pendidikan APEC ini, hadir pejaba
t pendidikan dari 21 negara anggota APEC. Pertemuan kali ini mengambil tema Future Challenges and Educational Responses.

Delegasi Indonesia dipimpin langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. Turut mendampingi antara lain Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Ananto Kusuma Seta, Kepala Balitbang Khairil Anwar N, Direktur Pembinaan SMP Didik Suhardi, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen dan Organisasi Abdullah Alkaff, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Pendidikan dan Sosial Taufik Hanafi, dan Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Balitbang Bambang Indriyanto.

Sergery Ivanets, Wakil Menteri Pendidikan dan Sains Federasi Rusia mengatakan, pendidikan harus mampu merepons tantangan masa depan. Dalam pertemuan para menteri pendidikan ini seharusnya menjadi kesempatan untuk bersama-sama menemukan cara dan sistem yang tepat untuk melaksanakan pendidikan yang mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan dan melaksanakan pembelajaran sepanjang hayat.

Direktur Eksekutif Sekretariat APEC Muhamad Noor mengatakan, pertemuan para menteri pendidikan APEC dibentuk sejak tahun 1992, anggota-anggota APEC menaruh perhatian pada pendidikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran. Karena itu, pendidikan harus diperkuat untuk memberi layanan pendidikan yang berkualitas pada siswa.

Usai pembukaan, para menteri pendidikan membahas soal globalisasi, inovasi, dan kerjasama pendidikan. Pembahasan diketuai Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Korea Ju-Ho Lee. Para menteri juga menghadiri undangan jamuan makan siang dari Perdana Menteri Korea Hwang-sik Kim.

No comments:

Post a Comment