Monday, August 6, 2012

Kata Yao Ming Soal Skandal Bulutangkis dan Doping

Ganda putri China Wang Xiaoli dan Yu Yang menjadi salah satu dari empat
pasangan ganda putri yang didiskualifikasi karena mengatur skor permainan.
(REUTERS/Bazuki Muhammad)

Beijing - Pebasket legendaris China Yao Ming menanggapi kontroversi seputar kecurangan di arena badminton Olimpiade dengan menyatakan para pemain China yang didiskualifikasi adalah korban dari insiden tersebut.

Reuters melaporkan, tim bulutangkis China terguncang saat ganda putri Yu Yang dan Wang Xiaoli didiskualifikasi karena sengaja kalah bermain.

Yao menyatakan setuju pada keputusan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) untuk mendiskualifikasi para pemain itu, tetapi dia memahami perasaan dari atlet senegaranya itu.

"Hal yang sama terjadi pada bola basket. Ini adalah pertanyaan sederahan. Ini skandal pengaturan angka kan? Apakah medali emas sangat berarti dibandingkan apapun juga?" kata Yao.

"Setiap orang punya sikap berbeda terhadap Olimpiade dan saya harus katakan bahwa beberapa olahraga harus mengulas kembali peraturannya. Saya turut menyesal pada para pemain yang dihukum. Mereka adalah korban." 

Tim Olimpiade China mengatakan penting bermain sportif dan mengusung semangat olahraga, mereka juga mendesak para pemain untuk meminta maaf atas perbuatan yang tidak pantas. Namun, skandal itu telah mengaduk bermacam emosi di negara itu. 

Beberapa media mengatakan BWF seharusnya dibebani tanggung jawab atas skandal itu, sementara Yu menyalahkan federasi itu karena telah menghancurkan "impian" dia dan rekannya.

Yao yang menjadi atlet NBA pertama dari China menambahkan, Ye Shiwen tidak sepantasnya dituduh mengonsumsi doping setelah meraih dua emas pada Olimpiade London.

Pelatih Amerika John Leonard, direktur eksekutif dari Asosiasi Pelatih Renang Dunia, mengatakan sejarah membuktikan bahwa tiap ada sesuatu yang "tidak bisa dipercaya" terjadi dalam olahraga, pasti ada keterlibatan doping di baliknya.

"Saya bisa mengerti orang Amerika yang menguasai dunia kolam renang selama beberapa dekade. Itu adalah reaksi yang wajar," kata Yao. "Itu terjadi saat (sprinter Jamaika) Usain Bolt muncul dan itu terjadi lagi dengan Ye." 

"Ye tiba-tiba muncul dan merebut kemenangan yang dikira Amerika adalah milik mereka. Itu bukanlah perasaan yang baik," tambah dia.

"Saya kira orang Amerika tidak jantan saat mereka menyatakan...itu," pungkas atlet bertinggi badan 2,3 meter yang menjadi pemain internasional pertama yang masuk daftar pebasket unggulan NBA.

No comments:

Post a Comment