Saturday, June 9, 2012

Presiden SBY : Teladani Sikap Leimena


Prasasti peresmian dengan latar belakang patung Pahlawan 
Nasional dr Johannes Leimena, yang diresmikan Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono, di Ambon, Maluku, Sabtu (9/6). 
Pada kesempatan yang sama, Presiden SBY juga meresmikan 
sejumlah proyek di Maluku bernilai Rp1,05 trilyun. 
(ANTARA/Embong Salampessy)
Ambon - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua komponen bangsa untuk meneladani sikap dan pemikiran Pahlawan Nasional asal Maluku dr Yohanis Leimena sehingga rasa persatuan dan rasa kebangsaan terus tumbuh berkembang.

"Bapak Leimena mencontohkan nilai-nilai kejujuran, integritas dan pengorbanan tanpa pamrih," kata Presiden saat meresmikan monumen dr Johanis Leimena di Ambon, Sabtu.

Kepala Negara mengatakan apa yang dilakukan oleh tokoh nasional asal Maluku itu dapat menginspirasi semua kalangan untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi bangsa dan negara. Leimena juga, kata Presiden seorang negarawan yang mumpuni.

Sementara itu, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dalam sambutannya mengatakan Johanis Leimena yang akrab dengan panggilan Oom Jo merupakan sosok putra daerah yang membanggakan dan memiliki kapabilitas kepemimpinan nasional namun tidak berarti menjadi seorang yang primordialis.

"Keteladanan dari sosok Oom Jo, menjadi guru bangsa, integritas diri adalah simbol dari nasionalis sejati," katanya.

Ia menambahkan,"tidak ada konsep primordialisme, adalah sangat tepat Oom Jo menjadi pahlawan nasional. Ia seorang dokter yang memiliki sikap kenegarawanan," kata Albert.

Salah satu ahli waris Leimena, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR Meilani Suharli Leimena mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan pada Johanis Leimena. Ia mengharapkan pemikiran dan sikap mantan Wakil Perdana Menteri di zaman Presiden Soekarno itu bisa diteladani oleh generasi penerus bangsa. 

Dokter Johanis Leimena adalah tokoh asal Maluku yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden No.52/TK tahun 2010. 

Pahlawan Nasional tersebut lahir di Desa Ema, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon pada 6 Maret 1905 dan meninggal dunia dalam usia 72 tahun di Jakarta, 29 Maret 1977.

No comments:

Post a Comment