Monday, July 16, 2012

Soleman Nekat Tinggalkan PNS Demi Cerdaskan Anak Bangsa



Bermimpi menjadi seseorang yang bisa berdaya guna dan berhasil guna bagi bangsa dan negera telah menjadi impian sejak kecil dari Soleman Lende Dappa. Sosok pria pekerja keras yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Tunas Timur dan bergerak dibidang pendidikan non formal.

Sebelum terjun ke bidang pendidikan non formal, Lelaki kelahiran Kalembu Ndara, 4 Agustus 1976 ini telah bekerja di Dinas Kehutanan Provinsi Maluku. Namun ia nekat meninggalkan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) hanya untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.


Tertarik bergerak di bidang pendidikan non formal, ketika lelaki yang memiliki hobby berolahraga dan berorganisasi ini melihat potret kehidupan anak-anak putus sekolah dan tidak dapat mengecap baku pendidikan secara baik, tingkat pengangguran yang semakin tinggi dan minimnya keahlian atau skill yang dimiliki.

Suami dari Feebe Lende Berhitu ini berpendapat, menjadi PNS hanya melaksanakan apa yang sudah ada. Baginya Maluku membutuhkan orang-orang yang mengadakan yang tidak ada menjadi ada seperti berpikir untuk mencerdaskan anak-anak bangsa dan memberikan live skill atau kecakapan hidup, dengan menanamkan karakter hidup

Untuk generasi muda melalui anak-anak usia dini agar kedepannya mereka bisa menjadi pemimpin bangsa yang berkarakter membangun bangsa dan membangun Maluku serta Kota Ambon.

Ayah dari Debora GA Lende dan Rachel Lende ini telah membentuk Yayasan Tunas Timur sejak 12 April 2009 lalu dan bahkan diakui operasionalnya secara nasional oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Selain memiliki impian sejak kecil, Ketua Tim Penyusunan Dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) Provinsi Maluku dan Kabupaten Buru periode 2005-2010 ini mengatakan, ia memilih bergerak di dunia pendidikan non formal karena panggilan hati nurani, di mana banyak orang lebih memilih mencari zona nyaman dengan menjadi PNS, TNI/Polri dan sebagainya, namun sedikit orang yang berpikir untuk mengembangkan program pendidikan terutama pendidikan non formal di Maluku.

Soleman yang menjabat sebagai Koordinator Fasilitator Daerah Provinsi Maluku Kerjasama Menkokesra-UNDP, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Untuk Penyusunan Dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) sebagai Aplikasi MDGs, Maret 2005 s/d April 2006 mengaku sangat enjoy memilih terjun langsung ke pendidikan non formal.

Ketua Bidang I Penggalangan Dana (Fundraising) dan Pemberdayaan Ekonomi pada Asiasi Pengemba­ngan Usaha dan Keuangan Mikro Maluku (AIPUKAMMA) Tahun 2003-2006 ini, juga telah memiliki 114 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar baik di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Kabupaten Buru serta Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan 12 lembaga kursus, baik komputer, Matematika, Bahasa Inggris serta dua uni Taman Kanak-Kanak, SMK dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Seluruh lembaga ini berjalan dengan baik dengan pengawasan dan pengontrolan yang dilakukan dengan baik dan manajemen yang profesional.

“Saya sudah terjun dalam penanggulangi masalah kemiskinan dan penggangguran melalui Mellinum Developmen Goals (MDGs) sejak tahun 2001,” ujar Soleman yang juga anggota Tim 9 Penyusun Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2002 oleh LSM Lokal di Maluku-LSM International (Mercy Corps International) tentang Pemberdayaan Ekonomi Pasca Konflik pada bidang Perikanan, Ekonomi Mikro, Pertanian dan Peternakan ini.

Lulusan Fakultas Pertanian jurusan Kehutanan Managemen Hasil Hutan Universitas Pattimura tahun 1998-2003 ini menambahkan, untuk bergerak di pendidikan non formal ia banyak mengikuti pelatihan diantaranya, Workshop Sehari Diselenggarakan oleh Mercy Corps Maluku, Agustus 16 Pebruari 2001, Lokakarya Agrobisnis Se – Indonesia di Bogor selama 1 Minggu, tahun 2001, Lokakarya Sehari Oleh Mercy Corps “Mekanisme Pembentukan Kelompok Usaha” Agustus 2001, Pelatihan PPKBRI Ramah Lingkungan di Pusat Pendidikan dan Standardisasi Sertifikasi Hasil Hutan di Bogor selama 45 hari, Agustus  s/d September 2001.

Selanjutnya, sebagai Penyaji (Narasumber) pada Acara Seminar Bantuan Teknis kepada Perbankan dan Temu Wicara dengan Pengusaha Kecil dan Mikro, tanggal 5-8 November 2001, Pelatihan Internal Control for Financial and Administrative System” MCI 02 July 2002, Peranan Perbankan dan BUMN dalam mem­fasilitasi Usaha Kecil dan Menengah di Daerah Maluku, Aman Hotel 07 Oktober, Pelatihan “Managemen Keterlambatan Angsuran dan Penetapan Suku Bunga Yang Berkelanjutan” MCI, 25 – 27 Desember 2002.

Kemudian Workshop Pengembangan Kapasitas Berspektif Jender Juli 2003 yang diselengarakan oleh LSM Arikal Mahina, Seminar dan Lokakarya Multi Pihak Menumbuh Kembangkan Sumber Daya Potensial di Maluku dalam Kebijakan Otonomisasi Daerah Maluku pada tanggal 09-10 Nopember 2002, Pelatihan dan Managemen Keterlambatan Angsuran dan Penetapan Suku Bunga (PRA) yang berkelanjutan tanggal 25-27 Nopember 2002.

Pelatihan CIVIL SOCIETY yang difasilitasi oleh Mercy Corps International-Jakarta, Mei 2003, Mengikuti Study Banding Kerjasama Mercy Corps Maluku dengan AIPUKAMMA, di Ujung Pandang, Juni 2003, sebagai Peserta Pelatihan “As Participant in Tutorial To AIPUKAMMA Board On August 4-7 Th, 2003 In Ambon, Mewakili Provinsi Pemerintah Maluku Dalam Pelatihan Pemantapan Orsos Penanganan Lanjut Usia (Lansia) Luar Panti, Jakarta 7-10 Oktober 2003, mengikuti Seminar Sehari Pola Penanganan Aksebilitas Dana terhadap Usaha Kecil dan Menengah, oleh PT. Penanaman Modal dan Mercy Corps serta Bank Indonesia Pusat di Jakarta, 20 Oktober 2003

Selanjutnya, Fasilitator Pelatihan Peningkatan Pemberdayaan bagi Pengusaha Kecil di Kecamatan Nu­saniwe, Agustus 2003 oleh Yayasan Pelangi Nusantara, Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perempuan  bagi  PKK se-Kecamatan Nusaniwe, September 2003, Pelatihan “Manajemen Perkreditan bagi Loan Officer” 15 –17 Maret 2004 oleh MCI, ACU dan BK3D, Pelatihan Operational Risk Management Untuk LKM, oleh Mercy Corps Maluku, 6-8 September 2004, Pelatihan Teknik menjadi Fasilitator Daerah di Bogor, tanggal 15-23 Maret 2005, Melakukan sosialisasi MDGs, SNPK dan SPKD di Setiap Dinas – Badan di Provinsi Maluku, Seluruh Kalangan Perbankan, LSM Lokal dan LSM International, TOGA, TOMa, Kalangan Perguruan Tinggi, Kalangan Media, Kalangan Koperasi, Perusahaan Daerah, Kalangan DPRD Provinsi, PKK Provinsi, Kalangan  Wanita Gereja  dan  Kalangan  Orang Miskin, selama satu Bulan (April) 2005, Mengikuti Pelatihan Fasilitator Daerah di Bogor, selama 1 minggu pada akhir bulan September 2005, Mengikuti Pelatihan Perencanaan Daerah selama 1 minggu di Makassar, awal November 2005, Pelatihan Analisa Data Kuantitatif Kemiskinan, selama 1 minggu di Sahid Hotel-Makassar (Januari 2006), Mengikuti Pelatihan Kajian Kemiskinan Partisipatif (PPA) di Kabupaten Parigi Moutong-Sulawesi Tengah, tanggal 5-12 Pebruari 2006, Mengikuti Workshop Sehari di Kota Palu dalam rangka penyusunan dokumen SPKD tanggal 13 Maret 2006, mengikuti Seminar Tujuan Pembangunan Millennium (MDGs) di Ambon, Maret 2007, Peserta Aktif Workshop Nasional tentang Pengembangan Pendidikan Non Formal (Pendidikan Kesetaraan Paket C Kejuruan) di Solo, 2008, Peserta Workshop Pengembangan Pogram paket C Kejuruan Semala 1 Minggu di Solo oleh Departemen Pendidikan Nasional, Maret 2009, Peserta Wokshop Sosialisasi Program Pendidikan Non Formal oleh Direktorat Kesetaraan Kementerian Pendidikan Nasional, Bandung Januari 2010, Peserta Seminar Penanggulangan Kemiskinan dan Pengurangan Pe­ngangguran oleh Direktorat Kesetaraan-Kementerian Pendidikan Nasional, di Bali, Pebruari 2010

Ia juga pernah menjadi Peserta Workshop Penerapan Pendidikan Kesetaraan melalui Media Teknologi, di Makassar Maret 2010, Peserta Aktif Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengembangan Masyarakat Termarginalkan melalui Pendidikan Non Formal, di Makassar 2011, Peserta Training of Trainers (TOT) Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Keluarga (PARENTING) di Surabaya, 2011, Peserta Training of Trainers (TOT) Pendidikan Anak Usia Dini-Holistik Integratif (PAUD-HI) oleh Direktorat Pembinaan PAUD – Kemendiknas di Bandung, 2011, Peserta Aktif Dalam rangka Peningkatan Kinerja dan Akreditasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Kawaraci-Jakarta 2011 dan Peserta Aktif Workshop International Pengembangan Pendidikan Nonformal RI-Thailand-FK PKBM Indonesia, Jakarta Pusat 2011. 

Ia bahkan telah memperoleh begitu banyak penghargaan  diantaranya Yayasan Pelangi Nusantara terpilih menjadi Lembaga Berprestasi Tingkat Provinsi dan Mengikuti Lomba Tingkat Nasional yang diselenggara­kan oleh Kementerian Sosial, Jakarta Desember 2009 serta Penghargaan dari Gubernur Maluku sebagai Penyelenggara Pendidikan Nonformal termasuk Pendidikan Anak Usia Dini Tahun 2012. (Lootje P)

No comments:

Post a Comment