Monday, April 30, 2012

Pastor Terry Jones Pelopori Aksi Bakar Al Quran Lagi

PASTOR Terry Jones yang pernah memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia karena menyerukan pembakaran Al Quran, baru-baru ini kembali memicu kontroversi.
Sabtu (28/4) lalu, Terry Jones bersama pengikutnya membakar beberapa salinan Al Quran di gereja mereka di kota Gainesville, negara bagian Florida.

Tak berhenti di situ, video pembakaran al Quran itu pun diunggah ke YouTube.Prosesi pembakaran Al Quran tersebut dihadiri sekitar 20 orang yang direkam dan disiarkan secara langsung lewat internet.Kali ini Jones dan kelompok pendukungnya yang menamakan diri Stand Up America Now mengatasnamkan tindakan mereka untuk membela penahanan Pastor Youcef Nadarkhani di Iran.

Sebagaimana dilaporkan AFP Minggu (20/4) malam kemarin, Kementrian Pertahanan AS sebenarnya telah membujuk Jones untuk mengurungkan niatnya. Pasalnya, Pemerintah AS sangat khawatir aksi Jones dan kelompoknya itu akan membahayakan keselamatan tentara Amerika di Afghanistan maupun di negara lainnya. Tentara AS dikhawatirkan rentan menjadi target balas dendam oleh ekstrimis Muslim. Meski demikian Jones tetap bersikeras melakukan aksinya. Ia beralasan aksinya itu sebagai aksi solidaritas terhadap Nadarkhani.

Seperti diberitakan, Nadarkhani ditangkap bulan Oktober 2009 dan dijatuhi hukuman mati karena pindah agama dan memeluk Kristen saat berusia 19 tahun. Kejaksaan Agung Iran bulan Juli 2011 lalu membatalkan vonis mati untuk pria yang kini berusia 34 tahun itu dan memerintahkan pengadilan ulang di kota Rasht, Provinsi Gilan. Sidang kedua telah berlangsung pada akhir September 2011 lalu, tapi hasilnya tidak diumumkan ke publik. Banyak pihak menganggap Nadarkhani tetap dijatuhi hukuman mati dan akan segera dieksekusi. Sedangkan Jones adalah pemimpin Dove World Outreach Center (DWOC), sebuah sekte kecil dengan umat 50 orang.

Pada September 2010 lalu, Jones menggagas Hari Pembakaran Al Quran Internasional untuk memperingati 9 tahun tragedi serangan teroris terhadap gedung World Trade Center, New York, 11 September 2001. Setelah adanya gelombang protes dariberbagai kalangan termasuk umat Muslim di seluruh penjuru jagad, Presiden AS Barack Obama, Takhta Suci Vatikan, hingga komunitas evangelis (penginjil) AS, Jones akhirnya membatalkan rencananya. Namun dia berdalih pembatalan atas rencana pembakaran Al Quran itu karena wahyu dari Tuhan. Meski rencana itu diurungkan, namun aksi dan upaya sporadis penistaan terhadap Alquran tetap terjadi. Misalnya aksi perobekan lembaran Alquran di dekat Gedung Putih pada 11 September.

Di depan markas DWOC di Florida, polisi juga menangkap seseorang yang kedapatan membawa Alquran dan alat pembakar. Sedangkan di New York, seorang bernama Derek Fenton ditangkap karena membakar kitab suci itu. Fenton akhirnya dipecat dari pekerjaannya. Bulan Maret 2011 lalu, seorang asisten Jones membakar sebuah Al Quran dan menyiarkan prosesi tersebut di internet. Akibatnya gambar dan video tindakan itu membakar amarah ribuan warga Afghanistan yang memulai kerusuhan di kantor perwakilan PBB di negara tersebut. Sedikitnya 12 orang tewas dan mayoritas adalah warga asing.(AFP/ara/jpnn)



2 comments:

  1. dosa dibalas dosa. bakar kitab dibalas bunuh2an.

    ReplyDelete
  2. Janganlah berpikir sampai pada tingkatan itu. Apakah hanya ulah seorang harus dibalas dengan mengorbankan ribuan bahkan jutaan orang. Banyak koq yang tidak sependapat dengan ulah pendeta tersebut, termasuk pemeluk kristen sendiri. Mudah-mudahan bisa menyadarkan mereka, karena sesungguhnya permusuhan sampai kapanpun tak dapat menyelesaikan masalah. Hanya akan menciptakan masalah baru.

    ReplyDelete