Saturday, October 27, 2012

Indonesia Berkibar, Upaya Pemerataan Pendidikan Berkualitas

Ilustrasi
JAKARTA - Wujud kepedulian terhadap pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan nasional telah melahirkan sebuah Gerakan Indonesia Berkibar (GIB). Gerakan ini berupaya mengajak seluruh lapisan masyarakat terlibat memberikan kontribusinya terhadap kemajuan pendidikan nasional.

Ketua Umum Komite Gerakan Indonesia Berkibar, Shafiq Pontoh memaparkan perkembangan ekonomi Indonesia belakangan ini mengalami kemajuan yang mengesankan, bahkan tercatat tertinggi kedua di G-20 setelah Cina. Namun di balik keberhasilan ini, terdapat data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2011 yang mencatat tidak kurang dari setengah juta siswa SD dan sekitar 200 ribu siswa SMP putus sekolah.

"Apabila perbaikan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, maka tidak hanya segi kuantitas melainkan kualitas kesejahteraan masyarakat  pun lebih baik sehingga mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia yang lebih baik,” ujar Shafiq Pontoh dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (24/10).

Melalui kemitraan antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam Gerakan Indonesia Berkibar, maka kapasitas dan sumber daya untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah, dapat dicapai. Mekanisme kerjasama dibangun dalam bentuk program pelatihan dan pendampingan untuk sekolah-sekolah yang didukung tenaga ahli, serta pendekatan berdasarkan hasil penelitian.

Untuk mewujudkan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan nasional ini, lanjutnya, Gerakan Indonesia Berkibar telah mendapat dukungan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia serta 7 pemerintah daerah, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Papua Barat.

 Bahkan 34 institusi yang terdaftar sudah bergabung dalam Gerakan Indonesia Berkibar, baik sebagai mitra yang mengalokasikan dana CSR untuk menjalankan program tanggung jawab sosial untuk perbaikan kualitas pendidikan.

“Dengan bergulirnya gerakan ini, kami berharap akan semakin banyak kemitraan yang dibangun dan semakin banyak pula propinsi di Indonesia yang merasakan peningkatan  kualitas pendidikan,” tambah Shafiq Pontoh.

Untuk memastikan bahwa program Gerakan Indonesia Berkibar terimplementasi dengan baik, sebuah komite khusus dibentuk untuk memonitor perkembangan program. Anggota dari komite ini terdiri dari empat komponen masyarakat pendukung Gerakan Indonesia Berkibar: endorser, mitra, fasilitator dan influencer.

Gerakan Indonesia Berkibar baru akan diresmikan secara nasional di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta, 28 Oktober 2012 mendatang. Rangkaian kegiatan mencakup Upacara Peluncuran yang dilaksanakan bersama oleh Presiden Republik Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Komite Gerakan Indonesia Berkibar dan sejumlah tokoh komunitas dan seniman pendukung Gerakan Indonesia Berkibar.

Staf Ahli Kemendikbud RI, Prof. Dr. Kacung Marijan yang hadir dalam diskusi itu menyambut baik lahirkan Gerakan Indonesia Berkibar. Dia mengatakan bahwa Pemerintah tidak dapat bekerja sendirian mengatasi  masalah pendidikan, sehingga membutuhkan kerjasama dari berbagai lapisan masyarakat guna memenuhi kebutuhan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh negeri.

“Semakin banyak pihak-pihak yang terlibat untuk berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, semakin besar pula harapan menuju Indonesia yang lebih baik,” ungkap Prof. Dr. Kacung Marijan.

Program Gerakan Indonesia Berkibar pada intinya merupakan merupakan upaya penjaminan mutu pendidikan. Program dijalankan sesuai standar nasional pendidikan meliputi program peningkatan profesionalisme guru, kepemimpinan pendidikan dan manajemen sekolah, tata kelola sekolah, dan program Lanjutan.

“Kami optimis bahwa dengan dukungan positif dari berbagai pihak dan kapasitas program yang dibangun oleh Gerakan Indonesia Berkibar, maka semakin besar kesempatan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” tambah Prof. Dr. Kacung Marijan.(fat/jpnn)

Sumber : http://www.jpnn.com

No comments:

Post a Comment