Wednesday, June 12, 2013

Hasil Hitung Cepat Pilkada Maluku, SETIA Tetap Unggul

Hasil Quick Count Lembaga Survei Media Survey dan Strategi (MSS)
Ambon - Sebanyak 1.186.603 pemilih telah menyalurkan hak politiknya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku di 3.284 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku.

Hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei menempatkan Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Said Assagaff-Zeth Sahuburua unggul.


Pasangan berjuluk SETIA tersebut unggul dalam hitung cepat yang dilakukan Media Survei Strategi (MSS) serta Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Sesuai hitung cepat yang dilakukan MSS pasangan SETIA berhasil unggul dengan memperoleh 23,65 persen, disusul Abdullah Vanath-Marthin Maspaitella (DAMAI) 21,86 persen, Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa (TULUS) 21,23 persen, Herman Koedoeboen-Daud Sangadji (MANDAT) 19.32 persen dan juru kunci Jacobus F Puttileihalat-Arifin Tapi Oyihoe (BOB-ARIF) 13,94 persen. MSS mencatat tingkat partisipasi pemilih hanya 74,70 persen.

Direktur MSS Husain Marasabessy saat merilis hasil hitung cepat kepada wartawan di Ambon, Selasa (11/6) mengungkapkan SETIA berhasil unggul di Kabupaten Buru 63,63 persen, Buru Selatan 46,57 persen dan Kabupaten Maluku Barat Daya 44,79 persen.

Sementara di kabupaten/kota lainnya kendati tidak menempati urutan pertama, SETIA tetap menempati urutan kedua dalam perolehan suara. Di Kota Ambon, SETIA meraih 26,49 persen, Kepulauan Aru 13,36 persen, Kota Tual 21.98 persen, Maluku Tengah 14,03 persen, Maluku Tenggara 20,75 persen, Maluku Tenggara Barat 24,73 persen, Seram Bagian Barat 17,01 persen dan Seram Bagian Timur 23,59 persen.

“MANDAT unggul Kota Ambon 30,72 persen, Kepulauan Aru 41,28 persen, Kota Tual 46,27 persen, Maluku Tenggara 41,83 persen dan Maluku Tenggara Barat 40,37 persen. DAMAI hanya unggul di Kabupaten Seram Bagian Timur 66,55 persen. Begitu juga TULUS unggul di Maluku Tengah 41,19 persen dan BOB-ARIF unggul di Kabupaten Seram Bagian Barat 46,66 persen,” jelasnya.

Hasil tersebut, kata Husain, membuat pelaksanaan Pilkada Maluku akan berlangsung dalam dua putaran. “Pasangan yang sudah pasti lolos yaitu SETIA, sementara pendampingnya masih diperebutkan oleh DAMAI, TULUS dan MANDAT. Selisih perolehan dukungan ketiga pasangan ini sangat tipis,” katanya.

Ia menambahkan hasil hitung cepat tersebut berdasarkan 88,33 persen suara yang sudah masuk dengan mengambil sampel di 300 TPS serta margin error 1 persen. “Sisa suara yang masuk sekitar 12 persen tidak akan mempengaruhi hasil ini,” katanya.

Sementara hasil hitung cepat yang dilakukan LSI juga menempatkan pasangan SETIA di posisi teratas. SETIA unggul dengan perolehan suara sebesar 23,36 persen, disusul MANDAT 23,02 persen, DAMAI 21,38 persen, TULUS 18,37 persen dan BOB-ARIF 13,86 persen. Hitung cepat tersebut berdasarkan 92,6 persen suara yang sudah masuk.

Menyikapi hasil hitung cepat tersebut, calon Gubernur Maluku Said Assagaff menjelaskan mesin partai politik pendukung pasangan SETIA maupun relawan telah bekerja maksimal. “Kita telah bekerja secara maksimal  sehingga peroleha suara merata di semua kabupaten/kota. Kita akan bekerja lebih maksimal lagi pada putaran kedua,” jelas Assagaff kepada wartawan di kediamannya, tadi malam.

Assagaff juga  mengatakan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Maluku 2013 ini menurun dibandingkan lima tahun lalu.  “Kita sudah untuk putaran kedua dan kita ingin mewujudkan pilkada yang berkualitas,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pasangan SETIA diusung Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Pelopor dan Partai Damai Sejahtera (PDS). BOB-ARIF diusung koalisi Partai Demokrat, Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), Partai Barisan Nasional (Barnas), PNI Marhaenisme dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). MANDAT diusung PDIP.

Sementara DAMAI diusung koalisi Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan), Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Partai Matahari Bangsa (PMB), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Patriot, Partai Pemuda Indonesia (PPI), Partai Republik Nusantara (Republikan), Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Buruh, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI), Partai Kedaulatan dan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)  sementara TULUS diusung koalisi Partai Hanura, Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bintang Reformasi (PBR) serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP Indonesia).

Pilkada Maluku diikuti sebanyak 1.186.603 pemilih dalam DPT  yang tersebar 3.284 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 11 kabupaten/kota di Maluku.

Jutaan pemilih tersebut tersebar di Kota Ambon (265.661 pemilih/ 644 TPS), Kabupaten Maluku Tengah (297.437 pemilih/664 TPS), Kabupaten Seram Bagian Barat (130.806 pemilih/361 TPS), Kabupaten Seram Bagian Timur (89.639 pemilih/281 TPS), Kabupaten Buru (82.156 pemilih/259 TPS), Kabupaten Buru Selatan (44.666 pemilih/136 TPS), Kota Tual (39.652 pemilih/130 TPS), Kabupaten Maluku Tenggara (68.009 pemilih/270 TPS), Kabupaten Maluku Tenggara Barat (69.942 pemilih/163 TPS), Kepulauan Aru (57.222 pemilih/206 TPS) dan Kabupaten Maluku Barat Daya (46.413 pemilih/170 TPS). (S-34)

Sumber : siwalimanews.com

No comments:

Post a Comment