Wednesday, April 2, 2014

10 Konglomerat yang Pernah Hidup Melarat

Kisah kehidupan orang melarat yang berhasil menjadi konglomerat ternyata bukan hanya karangan belaka yang sering diputar di layar kaca. Sebagian orang di dunia memang benar pernah mengalaminya.

Dikutip dari Business Insider, Senin (24/3/2014), mulai dari hidup di panti asuhan hingga kehilangan jari saat bekerja di pabrik, tidak mematahkan semangat sebagian orang untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Bahkan bos-bos perusahaan besar yang kini Anda lihat hidup dengan penuh kemewahan, tak semuanya berasal dari keluarga mapan.

Berikut 10 konglomerat yang pernah hidup melarat:

1.  Larry Ellison


Total kekayaan: US$ 41 miliar

Lahir di Brooklyn, Ellison lahir tanpa ayah. Dia lantas dititipkan pada paman dan bibi yang membesarkannya. Saat sang paman meninggal, Ellsion keluar sekolah dan pindah ke California.

Di sana dia bekerja serabutan selama delapan tahun. Hebatnya, Ellison kemudian mampu mendirikan perusahaan pengembangan software, Oracle pada 1977 dan menjadikannya sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.

2. Howard Schultz

Total kekayaan: US$ 2 miliar

Lahir dan besar di lingkungan kumuh dijalani Schultz tanpa banyak mengeluh. Saat itu, dia tahu, orang-orang di balik perumahan kumuhnya memiliki lebih banyak uang, dan keluarga yang lebih bahagia.

Perasaan itu yang kemudian mendorongnya untuk keluar dari kehidupan miskinnya. Dia lantas berhasil memperoleh beasiswa dan mendapat pendidikan di perguruan tinggi.

Dia lantas melamar bekerja di kedai kopi, Starbucks yang saat itu baru memiliki 60 cabang. Berkat usahanya sejak menjadi CEO pada 1987, Starbucks kini telah memiliki lebih dari 16 ribu outlet di seluruh dunia.

3. Ralph Lauren 

Total kekayaan: US$ 7,7 miliar

Setelah lulus sekolah menengah, Lauren lantas melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Tapi dia lantas keluar dari kampus untuk bergabung dengan militer.

Setelah itu dia bekerja sebagai pelayan di Brooks Brothers di mana dia mulai merancang mimpinya merancang pakaian. Pada 1967 dia memutuskan untuk mewujudkan mimpinya dengan menjual produk buatannya sendiri. Setahun kemudian dia menemukan merek fashion, Polo.

4. Kenny Troutt

Total kekayaan: US$ 1,7 miliar

Troutt dibesarkan seorang ayah yang bekerja sebagai bartender. Dia akhirnya bekerja sebagai penjual asuransi untuk membiayai kuliahnya. 

Sukses dengan pendidikannya, dia berhasil mencetak banyak uang dari perusahaan Excel Communications yang dibangun pada 1988. Dua tahun kemudian, Troutt menggabungkan perusahaannya dengan Teleglobe dalam sebuah kesepakatan bernilai US$ 3,5 miliar.

5. Shahid Khan

Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Shahid Khan sebelumnya hanya bekerja sebagai pencuci piring. Pria asal Pakistan ini datang ke Amerika Serikat (AS) untuk mengecap ilmu di University of Illinois.  Namun sekarang, Khan memiliki salah satu perusahaan swasta terbesar di AS, Flex-N-Gate.




6. Li Ka-shing 

Total kekayaan: US$ 31 miliar

Tak langsung menjadi konglomerat, Li mengawali hidupnya dengan susah payah. Setelah ayahnya meninggal, Li yang masih berusia 15 tahun harus putus sekolah untuk bekerja menanggung biaya hidup keluarganya.

Pada 1950, dia mendirikan sebuah perusahaan Cheung Kong Industries, yang memproduksi plastik dan kemudian berekspansi ke bisnis real estate.

7. Francois Pinault

Total kekayaan: US$ 15 miliar

Pinault kini telah menjadi pengusaha barang-barang mewah. Siapa sangka, dulu dia pernah keluar sekolah karena terlalu sering dihina sebagai anak miskin.

Tapi sebagai pebisnis, Pinault justru dikenal sebagai pengusaha dengan taktik predator. Dia membeli perusahaan-perusahaan yang hampir bangkrut dengan harga murah.

8. Ken Langone

Total kekayaan: US$ 2,1 miliar

Ayah dan ibu Langone tak punya pekerjaan tetap. Untuk membantu biaya kuliahnya, Langone harus bekerja serabuta dan orangtuanya menggadaikan rumah miliknya.

Pada 1968, Langone bekerja pada Ross Perot untuk melepas saham perdana Electronic Data Systems (HP) pada publik. Hanya dua tahun kemudian, keahlian investor handal yang satu ini mampu bekerjasama dengan perusahaan sukses dan besar lainnya.

9. Do Won Chang

Total kekayaan: US$ 5 miliar

Pasangan suama isttri Do Won Chang dan Jin Sook, pendiri bisnis fashion Forever 21 tidak dengan mudah membangun bisnisnya. Saat pindah ke AS dari Korea pada 1981, Do won harus bekerja keras melakukan tiga pekerjaan sekaligus, yaitu sebagai pengisi bensin, buruh dan pelayan kedai kopi. Dia akhirnya berhasil membuak toko baju pertamanya pada 1984.

Forever 21 kini telah menjadi bisnis internasional dengan 480 toko dengan penjualan per tahun senilai US$ 3 miliar.

10. Leonardo Del Vecchio 

Total kekayaan: US$ 15,3 miliar

Del Vecchio merupakan salah satu dari lima anak yang harus dikirim ke panti asuhan. Itu karena ibunya yang menjanda tak sanggup lagi membiayai Vecchio.

Dia lantas bekerja di pabrik mobil dan karena sebuah kecelakaan, Vecchio harus kehilangan sejumlah jarinya. Tanpa putus asa, di usia ke-23, Vecchio mampu membuka toko sendiri yang kemudian berubah menjadi salah satu perusahaan pembuat kacamata hitam terbesar di dunia yang salah satu mereknya adalah Oakley.

Sumber : liputan6.com

No comments:

Post a Comment