Friday, April 18, 2014

Nilai Sekolah dan Rapor Sudah Masuk

Ilustrasi
JAKARTA - Rangkaian ujian nasional (unas) utama jenjang SMA sederajat sudah rampung. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini menyiapkan penggabungan nilai hasil unas dan nilai gabungan antara rapor dengan ujian sekolah (US).

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Nizam mengatakan, pihaknya sudah siap untuk mengolah data akhir siswa.


"Data hasil pengolahan rapor dan nilai US sudah masuk terlebih dulu. Sebelum penyelenggaraan unas," katanya.

Nizam menuturkan bahwa nilai penggabungan dari rapor dan US itu bervariasi. "Ada yang bagus-bagus, tetapi juga ada yang biasa-biasa saja," ujarnya. Sebaran nilai gabungan antara hasil rapor dan US itu kecenderungannya sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni sebaran rata-rata nilai siswa ada di angka tujuh, delapan, dan sembilan.

Menurut Nizam hasil pengelolaan nilai rapor dan US itu belum final. Tetapi masih digabung lagi dengan nilai hasil unas. Dia mengatakan kecenderungan sebaran nilai unas masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni rata-rata siswa mendapatkan nilai di bawah nilai sekolah (NS) yakni gabungan rapor dan US.

Nizam mengatakan NS yang terdiri dari gabungan nilai rapor dan US itu memiliki bobot 40 persen dari nilai akhir (NA). Sedangkan bobot sisanya atau 60 persen diambil dari hasil unas. Nizam mengatakan instruksi dari Kemendikbud kepada seluruh perguruan tinggi yang terlibat, segera melakukan pemindaian.

"Jika LJUN segera dipindai, maka hasilnya bisa segera dikirim ke panitia pusat (Kemendikbud, red)," katanya. Selanjutnya Kemendikbud hanya menyampaikan hasil atau nilai akhir (NA) ke sekolah. Kemudian pihak sekolah yang menetapkan siswa lulus unas atau tidak.

Sementara itu Kemendikbud juga terus memantau perkembangan pelaksanaan unas di lapangan. Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud Haryono Umar menuturkan terkait kabar terbongkarnya sindikat penjual kunci jawaban unas.

"Sampai saat ini kami menyatakan kunci jawaban itu palsu. Baik yang kasus di Surabaya maupun yang ada di Bandung," katanya kemarin.

Haryono juga menjelaskan perkembangan soal unas yang memuat nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi. Dia mengatakan tim Irjen Kemendikbud sampai kemarin terus menelusuri penyebab insiden itu.

Haryono memastikan akan membuat rekomendasi setelah timnya berhasil mengumpulkan informasi-informasi yang valid dari pembuat naskah unas. (wan)

Sumber : jpnn.com

No comments:

Post a Comment