Saturday, March 31, 2012

Menag Usulkan Baca Alquran Masuk UN

JAKARTA – Sejumlah ulama menilai pelaksaan ujian nasional (UN) selama ini masih kurang baik. Karena lebih mendominasi pada ujian akademis semata. Tidak memasukan materi ujian keagamaan, khususnya membaca Alquran. Menanggapi itu, Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali secara lugas memberikan respon positif. Membaca Alquran dianggap layak menjadi bagian dari UN. Meskipun perlu ada pengkajian lebih mendalam. ”Sebagai Menteri Agama, saya sangat senang mendengar usulan ini. Tapi UN itu merupakan kewenangan Menteri Pendidikan.
Jadi nanti saya bicarakan dengan pak Nuh (Mendikbud, Red),” ujar Suryadharama Ali saat menghadiri Zikir Akbar dan Sholawat di Jakarta. Menurutnya, memasukan materi baca Alquran dalam UN sudah tepat. Apalagi Alquran memang bagian dari pelajaran agama Islam. Jadi secara akademis bisa diujikan. Apalagi, meningkatkan kemampuan baca Alquran dapat membentuk pribadi yang lebih baik. Itu sama artinya mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter. ”Coba ibu dan bapak lihat anak-anak kita sekarang. Mereka lebih gemar nonton sinetron daripada mengaji,” ujarnya. Padahal, tutur politisi PPP ini, sejak zaman dulu kebiasaan mengaji dilakukan setiap malam hari. Membaca Alquran sebagai bagian dari kehidupan anak-anak di zaman itu. Bahkan, ada sanksi jika tidak ikut pengajian. Tak cukup itu saja, Ketua Umum PPP ini pun mengakui terjadi pergeseran cara mendidik anak. Tak sedikit keluarga yang kurang memperhatikan pendidikan agama di lingkungan internalnya. ”Ada kan keluarga yang lebih senang membicarakan gosip-gosip di televisi. Kan itu tak bermanfaat, lebih baik mendalami Alquran di keluarga,” ungkapnya. Mendorong penguatan membaca Alquran tersebut, Menag menyatakan telah menggelontorkan program Magrib Mengaji. Yaitu kegiatan yang mengajak masyarakat membiasakan kembali mengaji setelah salat Magrib. Dia mengakui kegiatan ini sangat berkaitan dengan dukungan masyarakat. Karena program ini banyak tantangannya, antara lain tayangan televisi yang terkadang lebih menarik saat jelang malam. Sehingga orang tua, anak muda, dan pelajar pun lebih tertarik melihat televisi. ”Belum lagi tantangan lainnya. Jadi ini butuh dorongan bersama. Musti dilakukan secara massif,” paparnya. Ketua Majelis Zikir, Habib Syekh Abdulqadir Assegaf menambahkan, usulan membaca Alquran dalam UN memang sangat penting. Bukan hanya memberikan penguatan pada generasi muslim terkait membaca Alquran, tetapi juga menumbuhkan spirit Islami. Dengan itulah, dia berharap pemerintah dapat menambah materi UN dengan membaca Alquran. Agar nilai yang dihasilkan dalam ujian itu lebih sempurna. ”Saya yakin yang demo-demo dan ngerusak itu nggak baca Alquran. Karena waktu UN-nya tidak ada materi membaca Alquran,” ungkapnya di hadapan ribuan jamaah.

Sumber : http://jpnn.com

No comments:

Post a Comment