Sunday, May 25, 2014

74 Siswa SMA/SMK Kota Ambon Tidak Lulus UN 2014

Ilustrasi
Ambon  : Sebanyak 74 siswa Sekolah Menengah Atas dan sederajat peserta Ujian Nasional (UN) 2014 di Kota Ambon dinyatakan tidak lulus, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Benyamin A.J. Kainama, S.Pd.

"Ke 74 siswa tersebut adalah 63 siswa SMA dan 11 siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK)," kata Benyamin A.J. Kainama yang akrab disapa Benny di Ambon, Selasa (20/5).

Menurut dia, peserta UN 2014 di Ambon sebanyak 6.336 siswa SMA di Ambon terdiri atas 4.842, orang, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1.544 siswa.

"Ke 74 siswa yang tidak lulus dikarenakan sakit, sehingga tidak mengikuti ujian mata pelajaran dan beberapa faktor lain," katanya.

Benny mengatakan tingkat kelulusan siswa SMA/sederajat pada UN mencapai 98,96 persen dan yang tidak lulus 1,31 persen. Sedangkan SMK 99,28 persen, yang tidak lulus 0,72 persen.

Tingkat kelulusan siswa SMA tahun 2014 mengalami penurunan dibanding 2013 yakni mencapai 99,07 persen, secara kuantitas mengalami penurunan 0,38 persen.

"Sementara tingkat SMK mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2013 yakni 0,78 persen," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya bangga dengan prestasi yang diraih siswa walaupun ada siswa yang tidak lulus.

"Kami bersyukur untuk hasil yang dicapai siswa tahun ini, hasil yang diperoleh merupakan buah kerja keras siswa bukan hanya saat UN tetapi ujian sekolah. Walaupun jumlah siswa yang tidak lulus meningkat tetapi presentasi kelulusan tidak menurun," ujarnya.

Berbagai upaya, katanya, telah ditempuh guru untuk melakukan persiapan siswa antara lain uji coba (try out) untuk memenuhi standar nilai.

"Standar nilai yang ditetapkan dapat dicapai siswa dengan baik. Sesuai arahan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy bahwa yang dibutuhkan adalah kualitas bukan kuantitas," katanya.

Terkait hasil pengumuman, katanya, siswa yang tidak lulus diimbau untuk tidak berkecil hati dan bisa mengikuti ujian Paket C pada Agustus 2014.

Benny berharap, siswa tidak melakukan aksi konvoi kendaraan bermotor serta corat-coret baju karena masih dapat disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan.

"Sedangkan siswa yang dinyatakan lulus UN diimbau untuk merayakan kelulusan dengan cara yang wajar, tidak melakukan konvoi kendaraan dan mencorat-coret baju seragam," katanya. (ant/tm)

Sumber : tribun-maluku.com

No comments:

Post a Comment