Monday, July 15, 2013

Ribuan Sekolah Siap Laksanakan Kurikulum 2013

Seorang siswa menunjukan buku dengan kurikulum 2013 di perpustakaan 
SMAN 68 Jakarta, Senin (15/7). Sebanyak enam ribu lebih sekolah di 
jenjang SD, SMP, SMA dan SMK siap mengimplementasikan kurikulum 
2013 pada tahun pelajaran baru 2013-2014.(antara foto/Zabur Karuru)
Jakarta  - Sebanyak 6.326 sekolah di Indonesia dinyatakan siap mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran baru 2013-2014 yang dimulai pada Senin.

"Kurikulum ini dimulai memang tidak dilakukan di seluruh satuan sekolah pendidikan. Ini dilakukan secara bertahap dan terbatas. Artinya dilakukan secara bertahap tiap tahunnya," ujar Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Hendarman, pada peluncuran Kurikulum 2013 di SMA Negeri 68 Jakarta, Senin pagi.


Hendarman memaparkan implementasi pada awal tahun ajaran baru ini menyasar diseluruh jenjang sekolah baik SD, SMP, SMA, dan SMK di 295 kabupaten kota di 33 provinsi, atau pada kelas I, kelas IV, kelas VII, dan kelas X.

"Selanjutnya pada 2014 penerapannya akan dilakukan di kelas II, kelas V, kelas VIII, dan kelas XI. Namun pada 2015 akan dilaksanakan di seluruh Indonesia," jelas Hendarman.

Dari ribuan sekolah itu, 1.006 sekolah adalah sekolah yang telah mengajukan untuk implemenasi Kurikulum 2013 secara mandiri.

Hendarman lalu menyatakan bahwa pemerintah memberikan apresiasi daerah dan sekolah yang memilih untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 secara mandiri, karena dianggap telah membantu pemerintah untuk mencapai target dengan lebih cepat.

Terhadap sekolah yang ajukan implementasi Kurikulum 2013 secara mandiri, Kemdikbud tetap memantau dna mengawasi serta memberikan evaluasi terhadap sekolah-sekolah tersebut.

"Itulah sebabnya, usulan implementasi mandiri ini memberikan syarat kepada pihak sekolah untuk melapor dan mengajukan terlebih dahulu ke Kemdikbud.

Sebelumnya, pemerintah juga sudah melaksanakan pendidikan dan latihan (diklat) terhadap 61.034 tenaga pengajar. Jumlah itu terdiri atas 572 instruktur nasional, 4.740 orang guru inti, dan 55.762 guru sasaran atau guru yang mengajar di sekolah sasaran Kurikulum 2013 ini.

Lebih lanjut Hendarman menjelaskan bahwa Kurikulum 2013 memang belum dilaksanakan di seluruh sekolah karena sifatnya yang masih bertahap dan terbatas, dengan alasan sebagai satu proses kurikulum dan mempermudah pelaksanaan evaluasi.

Namun dia menegaskan bahwa pada 2015 Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di seluruh sekolah di Indonesia. (M048)

Sumber : antaranews.com

No comments:

Post a Comment