Wednesday, December 26, 2012

6 Penemuan Aneh Tahun 2012 pada Hewan

dok Live Science

Mengakhiri tahun 2012 ini ada baiknya kita menengok kembali peristiwa dan kejadian yang pernah terjadi sepanjang tahun ini.  Salah satunya yang mungkin luput dari perhatian kita adalah keanehan yang terjadi pada alam. Karena alam senantiasa menyimpan fenomena dan misteri yang belum terungkap dan mesti diungkap. 

Ada beberapa peristiwa aneh yang baru berhasil diungkap pada tahun 2012 ini.  Misteri seputar dunia hewan merupakan yang paling sering diungkap oleh para peneliti dan ilmuwan. Tentunya, karena dunia hewan dan tumbuhan adalah bahan penelitan yang cukup banyak tersedia di dunia ini.
  

Berikut 6 penemuan teraneh yang berhasil diungkap peneliti dan ilmuwan sepanjang tahun 2012 yang dimuat di Live Science dan penulis kutip dari detik.com.


1. Lemur Kanibal


Foto: Anni Hanalainen/Science Now
Lemur abu-abu (Microcebus murinus) di Pulau Madagaskar ditemukan peneliti memakan sesamanya. Lemur jantan memakan bangkai lemur betina.

Kendati praktik kanibalisme dilakukan spesies primata lain, namun peneliti belum pernah menemukan lemur abu-abu ini memakan sesamanya. Foto dari lemur kanibal ini dimuat di American Journal of Primatology.


2. Ular Bertentakel


dok Smithsonian National Zoo
Ular bertentakel lahir di Kebun Binatang Nasional Smithsonian pada Oktober 2012 lalu. Ular ini merupakan ular hasil silangan ular air langka, Erpeton tentaculatus. Staf kebun binatang ini menyilangkan ular ini selama 4 tahun sebelum akhirnya berhasil.

Ular langka bertentakel ini sebenarnya berasal dari Asia Tenggara. Tentakel pada ular itu berfungsi sebagai antena perasa saat ular berenang dalam air.


3. Ikan Berpenis di Kepala


dok Zootaxa/Live Science
Peneliti di delta Sungai Mekong, Vietnam, menemukan ikan beranatomi aneh pada Agustus 2012 lalu. Ikan ini memiliki penis di kepala. Penis ini dilengkapi dengan tentakel bergerigi untuk mencengkeram ikan betina saat mereka kawin. Sementara ikan betina ditemukan memiliki kelamin di bagian kerongkongan.

Spesies ikan ini dinamakan Phallostethus cuulong. Ikan ini salah satu dari sedikit ikan yang melakukan pembuahan telur di dalam tubuh betina dari pada di luar.

4. Spons Karnivora
dok Monterey Bay Aquarium Research Institute

Bentuk hewan dari famili crustacea atau udang-udangan ini seperti harpa atau deretan tempat lilin (candelabra), maka hewan spons ini dinamakan 'harp sponge' atau nama ilmiahnya Chondrocladia lyra. Hewan ini ditemukan di Teluk Monterey, California, AS pada kedalaman 3.500 meter pada Oktober 2012 lalu oleh tim peneliti Marina Bay Aquarium Research Institute (MBARI).

Spesies ini belum pernah dilihat sebelumnya. Hewan ini makan dengan menempel pada permukaan lumpur di dasar laut. Kemudian ombak bawah laut yang membawa hewan-hewan kecil akan nyantol di masing-masing 'batang lilin' mereka.

5. Cacing Zombie 

dok Jamstec
Cacing ini ditemukan di laut dalam, memakan bangkai hewan laut, termasuk tulang paus. Anehnya, cacing ini tak memiliki mulut, usus maupun anus. Peneliti penasaran bagaimana dia makan. 

Nah pada Juli 2012 lalu, pertemuan dari Komunitas Biologi Eksperimen mengumumkan bahwa mereka bisa memakan tulang dengan mengeluarkan zat asam. Zat asam yang dikeluarkan membuat cacing bisa menguraikan tulang dan menyerapnya. 

Namun cara makan cacing itu baru fenomena gunung es dari cacing yang memiliki nama ilmiah Osedax ini. Cacing betina bisa tumbuh sampai 3 cm, namun yang jantan tak pernah tumbuh lebih dari 1 mm. Cacing jantan diperkirakan hidup dalam tabung bergelatin yang menutupi tubuh betina, dan tugasnya hanya membuahi. 

Cacing ini sebenarnya ditemukan pada 2002 lalu di tulang ikan paus, namun mekanisme pencernaannya baru saja ditemukan.

6. Kura-kura yang Pipis dari Mulut Lancipnya

dok Journal of Experimental Biology
Kura-kura bermulut lancip yang ditemukan di China ini ditemukan pipis melalui mulut lancipnya. Kura-kura bernama ilmiah Pelodiscus sinensis ini mengeluarkan zat urea, komponen utama urine dari mulutnya.

Ilmuwan mengatakan yang terbiasa mengeluarkan urea melalui mulut lazimnya selama ini hanya ikan. Kura-kura ini ditemukan di dataran kering yang mengandung garam tinggi. Ilmuwan menanggap 'pipis dari mulut' ini adalah bentuk adaptasi kura-kura yang tak cukup mendapatkan air bersih untuk menguras urea dalam tubuhnya melalui urine. Tubuh kura-kura ini kemudian memindahkan urea mereka melalui insang dan kemudian mengurasnya dengan air asin melalui mulut mereka. 

Hasil penelitian ini dipublikasikan pada Journal of Experimental Biology di Oktober 2012.


No comments:

Post a Comment