Wednesday, May 1, 2013

Kemdikbud-PGRI Sepakat Tuntaskan Masalah Guru Honorer

Ilustrasi

JAKARTA - Audiensi antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dengan para guru yang diinisiasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Selasa (30/4), menyepakati pembentukan tim guru honorer. Tim ini nantinya akan menyelesaikan beragam persoalan yang dihadapi guru honorer, mulai dari sistem rekrutmen hingga status kepegawaiannya.

Ketua Umum PB PGRI, Sulistyo menyatakan, Kemdikbud hingga saat ini tak punya data valid tentang jumlah guru honorer. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab munculnya permasalahan terkait status guru honorer.

Siswa SMA Membuat Prototipe Mobil Lipat


YOGYAKARTA — Wisnu Cahyo Purnomo, siswa SMA di kota Yogyakarta, membuat prototipe mobil lipat minimalis, sebagai salah satu solusi mengatasi keterbatasan ruang parkir kendaraan bermotor.

"Saat ini ruang parkir kendaraan bermotor, khususnya mobil, semakin terbatas. Garasi rumah juga sempit karena dimanfaatkan untuk keperluan lain. Akibatnya, mobil terpaksa diparkir di luar rumah," kata Wisnu di Yogyakarta, Selasa (30/4/2013).

Siswa SMA Muhammadiyah 1, Yogyakarta, tersebut kemudian membuat sebuah mobil yang bisa dilipat, yaitu bisa dipendekkan agar mampu diparkir di lokasi yang sempit sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lain.

Pola Pembelajaran Harus Diubah


Ilustrasi
MAKASSAR -- Pakar Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan (Sulsel), Profesor Muhammad Jufri menegaskan perlunya para guru mengubah gaya mengajarnya. Masalahnya, kata dia, selama ini, model pembelajaran yang diterapkan cenderung melahirkan sikap negatif anak didik. Seperti rasa takut. bosan, dan menganggap pelajaran yang disuguhkan tidak bermakna.
           
Hal tersebut diungkapkan Profesor Jufri saat memberikan paparan pada Seminar Nasional bertajuk Guru Sejahtera, Pendidikan Berkualitas yang dilaksanakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Makasssar di Aula PPs UNM. Menurutnya, tidak ada pilihan lain yang mesti dilakukan saat ini selain melakukan variasi di ruang kelas.

Jepang Tawarkan Kerjasama Pendidikan Bencana Alam


Jakarta  - Pemerintah Jepang menawarkan penguatan kerja sama di bidang pendidikan mengenai penanganan bencana alam kepada Indonesia, agar terdapat sumber daya manusia yang terlatih dan tanggap bencana.

"Indonesia dan Jepang memiliki pengalaman yang sama terhadap bencana. Pendidikan ini untuk kesadaran akan reaksi, baik untuk anak-anak dan orang dewasa," kata Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang Yoshitaka Shindo pada jumpa pers di Jakarta, Selasa (30/4)

Untuk membangun kemitraan yang komprehensif, lanjut Shindo, dirinya sudah bertemu dengan Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Indonesia Agung Laksono dan menemukan berbagai kesepakatan. Terdapat juga pembicaraan mengenai perlunya Undang-undang yang ditujukan mengatur tentang penanganan bencana.

Kemdikbud Bangun 1.406 Sekolah, Tuntaskan APK di 173 Kabupaten/Kota.



Jakarta -- Sebanyak 173 kabupaten/kota di Indonesia belum menuntaskan Angka Partisipasi Kasar (APK), atau berada di bawah 95 persen. Dari APK tersebut, terdapat 138.560 anak usia 13-15 tahun jenjang Sekolah Menengah Pertama belum terlayani pendidikan dengan baik. Untuk memaksimalisasi layanan, sebanyak 1.514.330 ruang kelas baru, atau setara dengan 1.516 sekolah baru dibutuhkan untuk dibangun.

Pelajar Indonesia Raih Penghargaan Diana Award 2013


London  - Pelajar Indonesia, Christy Zakarias, mendapat penghargaan Diana Award 2013 karena dinilai telah berhasil memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya. 

Penghargaan tersebut diserahkan Direktur Eksekutif Yayasan Diana Award kepada Duta Besar RI di London T.M. Hamzah Thayeb, demikian Pensosbud KBRI London Heni Hamidah, kepada ANTARA di London, Selasa.

Menurut Heni, sertifikat penghargaan Diana Award yang ditandatangani Perdana Meteri David Cameron itu akan diserahkan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta kepada Christy Zakarias. 

BSNP : Ujian Nasional SMA Sah

(FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
Sejumlah siswa mengerjakan soal ujian nasional (UN) 

Jakarta  - Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menyatakan Ujian Nasional (UN) SMA sederajat Tahun Pelajaran 2012/2013 sah, meskipun dalam jadwal pelaksanaannya bergeser di sejumlah provinsi.

"Pelaksanaan UN SMA sederajat Tahun Pelajaran 2012/2013 telah mengikuti prosedur yang ditetapkan maka pelaksanaan UN adalah sah," kata Kepala BSNP, Aman Wirakartakusumah, di Jakarta, Senin.