Ambon - DPRD Kota Ambon melalui Komisi II berharap Badan Kepegawaian Daerah (BKD), pada rapat kerja yang kedua nantinya, dapat menyampaikan hasil verifikasi data guru honorer kepada DPRD, sebab Komisi II mengindikasikan ada kejanggalan jumlah tenaga guru honorer yang dilaporkan.
“BKD sementara mengindetifikasi ulang dan menurut Kepala BKD mereka sementara melakukan verifikasi sebab komisi merasa janggal, sebab ada sekolah yang ditambah pegawai honor dan guru tetap bisa mencapai 30-40 orang di satu sekolah dan diduga itu tidak mungkin. Apalagi ketika diusulkan satu nama tiba-tiba ada tambahan tertentu ini diduga baru susulan. Sehingga hasil percakapan pada pertemuan pertama, kita minta untuk BKD mengindentifikasi seluruh persoalan, sehingga komisi bisa tahu kuota dari 1000 lebih calon pegawai sisa berepa yang diangkat,” tandas anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Alambarcis Pelupessy kepada wartawan di Ambon, Sabtu (23/6).