Sunday, February 19, 2012

Pak Lebay yang lebay


Pak Lebai tinggal di antara dua kampung.  Kampung pertama terletak di hulu sungai, sedangkan kampung kedua terletak di hilir sungai.  Pada waktu yang bersamaan, kedua kampung itu mengadakan acara kenduri.  
Pak Lebai berencana akan menghadiri kedua acara itu.  Ia segera menyiapkan sampan kesayangannya.  Kucing kesayangannya juga akan diajak.  Setelah siap, pak Lebai berpikir sejenak.  Jika ke kampung hulu ia akan mendapat kepala kerbau yang besar dan aneka masakan lezat.  Jika ke kampung hilir, ia akan mendapat dua kepala kambing dan berkat yang banyak.  Kampung manakah yang sebaiknya di datangi lebih dahulu?
Karena terlalu lama berpikir, waktu pun hampir tiba.  Dengan tergesa-gesa Pak Lebai mendayung sampannya menuju ke kampung hulu.  Ketika tiba di sana, ternyata acara telah selesai.  Para undangan telah berhamburan pulang dengan membawa berkat.  Secepat kilat, Pak Lebai segera menuju kampung hilir.  Ketika sampai di sana, para undangan pun telah bubar.  Pak Lebai hanya bisa menelan air liur karean kecewa.
"Ah tidak apa-apa!  Aku akan memancing saja.  Aku akan mendapat ikan yang besar-besar nanti,"  kata Pak Lebai sambil mendayung sampannya kembali ke rumah.
  Pak Lebai membungkus nasi dan menyiapkan kail.  Cepat-cepat ia menuju tempat yang menurutnya banyak ikan.  Kail ia lemparkan.  Berjam-jam ia menunggu, tetapi tidak seekor ikan pun diperoleh.  Perutnya mulai keroncongan.  
    Segera ia membuka bekal yang dibawanya.  Secepat kilat pula kucing kesayangannya merampas bungkusan itu.  Akibatnya, bekalnya terlempar ke sungai.  Ah,  sungguh malang nasib Pak Lebai!

Cerita ini merupakan cerminan dari rakusnya seseorang yang ingin menguasai semuanya.  Dan cerminan tokoh ini banyak dijumpai di negeri kita Indonesia yang katanya berbudaya dan beretika.  Tapi pada kenyataannya banyak hak-hak rakyat yang dirampas sewenang-wenang oleh para pemimpin.  Rakyat dikebiri dengan kebijakan-kebijakan semu yang tak lain dan tak bukan hanya untuk melenggangngkan kekuasaannya.   Sadar atau tidak para pecundang-pecundang itu kelak akan memperoleh balasan setimpal atas apa yang telah dilakukan.   Cepat atau lambat roda akan selalu berputar, andai sekarang kalian masih diatas (mempunyai kekuasaan), kelak kalian pasti berada di bawah (lepas dari kekuasaan).  Apa yang akan kalian perbuat bila telah lepas dari kekuasaan?????   pastinya hanya mampu mengemis........ kalau tidak dilindas oleh kekuasaan yang baru.



No comments:

Post a Comment