Sunday, March 4, 2012

Si Miskin (tidak lagi) Dilarang Sakit dan Sekolah

JAKARTA - Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) meluncurkan buku "Si Miskin (tidak lagi) Dilarang Sakit dan Sekolah". Buku ini diklaim sebagai cermin meningkatnya pelayanan pendidikan dan kesehatan di DKI Jakarta.

Ketua Fakta sekaligus editor buku tersebut, Azis Tigor Nainggolan mengatakan, buku yang disusun selama hampir dua tahun ini menyajikan sejarah dan harapan akan pendidikan yang dapat diakses oleh seluruh warga Jakarta. Menurutnya, kesulitan warga Jakarta untuk mengakses pendidikan dari tahun ke tahun terus menyusut. read more

Saturday, March 3, 2012

MAN 1 dan SMKN 1 Juarai Parade Cinta Tanah Air


Ambon - Parade cinta tanah air yang diselenggarakan Korem 151/Binaiya, bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan RI, akhirnya menobatkan tim Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ambon juara lomba debat menyisihkan SMAN 10 dan SMA Kartika.

Kusnadi: MIN 1 Terus Berupaya Siapkan Generasi Unggul

Ambon - Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)1 Ambon, Kusnadi Hi Umar mengaku, hingga saat ini pihaknya tetap terus berupaya untuk menyiapkan generasi yang unggul, berkualitas dan populis serta berahlak yang baik.

Kemenag: Ada Beda Penafsiran Soal Status Anak

JAKARTA—Kementerian Agama (Kemenag) turut memandang adanya perbedaan penafsiran di masyarakat mengenai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai status anak di luar nikah.

Honorer di Tujuh Daerah Diproses jadi PNS

JAKARTA--Keseriusan pemerintah daerah untuk mematuhi kebijakan pusat seperti yang tertuang dalam kebijakan moratorium CPNS, patut dipertanyakan. Bayangkan, sejak kebijakan moratorium digulirkan September 2011,

Juni, Pemberkasan Honorer Menjadi CPNS

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menargetkan, mulai Juni mendatang sudah dilakukan pemberkasan terhadap honorer tertinggal menjadi CPNS. Tiga bulan yang tersisa ini digunakan pemerintah untuk menyelesaikan verifikasi dan validasi ulang.

Thursday, March 1, 2012

Kalah Telak, PSSI Minta Maaf

Tim nasional senior Indonesia kalah telak 0-10 dari kesebelasan Bahrain pada laga Pra Piala Dunia 2014, Rabu kemarin. Tim Merah Putih ini baru dibentuk sekitar sebulan lalu dan berlatih sekitar dua pekan. Selain kalah telak, tim Garuda juga diganjar dua kartu merah untuk kiper Samsidar dan pelatih Aji Santoso yang dianggap mengganggu jalannya pertandingan.

Merasa kecewa dengan pencapaian timnas, seorang wanita pecinta sepak bola, Aminah, berunjuk rasa ke Kantor PSSI, Kamis (1/3). Aminah minta pengurus PSSI bertanggungjawab. Menurut Aminah, prestasi timnas tidak juga membaik akibat kisruh para pengurus.

Suara Aminah senada dengan pandangan mantan manajer timnas sekaligus mantan pengurus PSSI IGK Manila. "Bukan salah pemain, bukan salah pelatih, bukan salah manajer, tapi salah semuanya," katanya.

PSSI akhirnya mohon maaf. Menurut Eddie Elison, juru bicara PSSI, pihaknya terpaksa mengirim tim lapis kedua bukan yang terbaik demi menegakkan aturan FIFA. Sesuai ketentuan FIFA pemain yang berlaga pada liga yang tidak direstui PSSI tidak boleh ikut timnas. Karena itulah tim Garuda tidak diperkuat sejumlah pemain senior yang sebagian besar berlaga di Liga Super Indonesia, kompetisi yang dianggap ilegal oleh PSSI.

Dengan hasil itu, tim nasional Indonesia terpuruk di dasar grup E zona Asia. Sepanjang laga kualifikasi Pra Piala Dunia 2014, tim Merah Putih belum satu kalipun meraih kemenangan. Timnas Indonesia akan kembali ke Tanah Air besok malam.(IAN)